Device

All Smart Device.

Blogger From Google

Blogger and Google.

SEO Blogger

Tips SEO Blogger

ICT Education

Information Communication Technology

Selasa, 19 April 2016

Mencari Sunyi di Pulau Raja



sumber
PULAU seluas 158 hektar ini terletak di Laut Sulawesi, Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo. Memiliki pantai berpasir coklat dan putih, Pulau Raja menjadi pilihan bagi wisatawan untuk menikmati kesunyian. Hutan kecil di pulau itu dan aneka burung di dalamnya menambah kenyamanan berdiam di pulau ini.

Warga menyebut pulau ini dengan nama Motutuo, yang berarti pulau berbentuk kerucut atau menyerupai gunung. Gundukan bukit di tengah pulau memang menyerupai gunung kecil dari kejauhan. Sekeliling pulau dipenuhi pantai berpasir dan sebagian lagi bebatuan.

Pulau Raja berjarak sekitar dua jam perjalanan dengan mobil dari Kota Gorontalo. Setiba di Desa Dunu, Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara, perjalanan menuju pulau dilanjutkan dengan perahu milik nelayan yang bisa disewa. Setiap pengunjung dipungut ongkos Rp 50.000 untuk antar dan jemput ke pulau.

Perjalanan dari darat ke pulau memakan waktu sekitar 20 menit. Namun, jika gelombang tinggi, waktu tempuh bisa mencapai 30 menit. Sensasi empasan gelombang yang menghantam perahu bisa membuat jantung berdebar. Pengunjung disarankan memakai baju pelampung saat berperahu ke Pulau Raja.

Di pulau ini tersedia gubuk kecil yang bisa memuat lima orang untuk tidur di dalamnya. Pengunjung juga bisa mendirikan tenda di sekitar gubuk yang berbentuk panggung itu. Untuk makanan selama berlibur di Pulau Raja, wisatawan bisa membawa bekal sendiri atau memesan masakan ikan kepada nelayan setempat.

Rekreasi yang bisa dinikmati di Pulau Raja antara lain mandi di laut, menyelam mengamati terumbu karang, memotret matahari tenggelam, dan menyaksikan ribuan kelelawar saat matahari mulai tenggelam. Tentu saja menikmati menu ikan bakar di pantai adalah kenikmatan yang tak kalah nikmat.

Deburan ombak dan kicauan burung juga menambah kenyamanan berwisata di Pulau Raja. Bagi penikmat sunyi, sangat cocok berdiam dan menikmati suasana di Pulau Raja. Jauh dari kebisingan dan rutinitas sehari-hari, tempat ini tepat bagi yang ingin melepaskan penat.

Namun, untuk dapat berwisata di Pulau Raja, pengunjung harus mengantongi izin dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Gorontalo. Pulau ini merupakan kawasan Cagar Alam Popaya Mas Raja, yang terdiri dari tiga pulau, yakni Pulau Popaya, Mas, dan Raja. Wisata di Pulau Raja juga bersifat terbatas atau termasuk kategori wisata minat khusus.

Pulau Popaya, Mas, dan Raja menjadi habitat penting empat jenis penyu, yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu tempayan (Caretta caretta), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), dan penyu belimbing hijau (Chelonia mydas). Jika beruntung, pengunjung dapat menyaksikan penyu bertelur di pulau-pulau itu.

Menurut petugas BKSDA Seksi Konservasi Wilayah Gorontalo, Ismail Kulupani, yang bertugas menjaga Cagar Alam Popaya Mas Raja, wisatawan asing beberapa kali menginap di Pulau Raja. Mereka, antara lain, berasal dari Inggris, Spanyol, dan Banglades. Mereka menginap di Pulau Raja selama 7-14 hari.

”Turis asing itu menyukai kesunyian di Pulau Raja. Bahkan, beberapa dari mereka sama sekali tidak mau dibawakan makanan untuk keperluan sehari-hari. Mereka lebih memilih bertahan hidup dengan memakan apa yang ada di pulau, termasuk memancing ikan,” ucap Ismail, beberapa waktu lalu.

Wisatawan nusantara yang pernah berkunjung ke Pulau Raja, Vice Admira (28), asisten di kantor Ombudsman Perwakilan Provinsi Gorontalo, mengatakan, pantai Pulau Raja relatif bersih dan nyaman untuk mandi di laut. Selain itu, ketenangan suasana di Pulau Raja sangat nyaman untuk sarana melepaskan lelah dari rutinitas pekerjaan sehari-hari.

”Saya paling suka saat menikmati makanan di Pulau Raja. Makan di tepi pantai yang sunyi berteman deburan ombak dan desiran angin itu, menurut saya, luar biasa,” ujar Vice.

Kurang promosi

Menurut Wakil Ketua Himpunan Pariwisata Provinsi Gorontalo Harmin Hani, Gorontalo punya banyak potensi wisata minat khusus. Selain Pulau Raja, beberapa obyek wisata lain di provinsi itu adalah Suaka Margasatwa Nantu, Cagar Alam Panua, dan Cagar Alam Tanjung Panjang. Selain menawarkan keindahan alam, obyek wisata itu juga menyajikan atraksi satwa langka endemik Sulawesi.

”Di Nantu, pengunjung dapat menyaksikan anoa, babi rusa, monyet, dan aneka burung saat berkumpul di mata air Adud di dalam hutan Nantu. Atraksi semacam itu banyak disukai turis asing,” kata Harmin.

Namun, lanjutnya, kebanyakan obyek wisata minat khusus di Gorontalo kurang dikelola dengan baik, terutama dalam hal promosi. Padahal, potensi yang dimiliki obyek wisata di Gorontalo itu cukup besar, tak kalah dibandingkan dengan daerah lain di Tanah Air. Obyek wisata itu menawarkan keaslian alam dan keheningan yang banyak disukai turis asing.

”Turis asing lebih suka tinggal di gubuk dalam hutan ketimbang di hotel mewah. Sayangnya, potensi di Gorontalo tidak dikelola dengan baik, termasuk dalam hal promosi,” kata Harmin lagi. (ARIS PRASETYO)

Senin, 18 April 2016

Pulau Saronde, Liburan "Anti-Mainstream" untuk Penggemar Laut dan Kuliner

GORONTALO, KOMPAS.com - Pulau Saronde di Kecamatan Ponelo Kepulauan, Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, merupakan salah satu destinasi baru wisata dan kuliner di Indonesia.
Wakil Bupati Roni Imran, Minggu (17/4/2016) di Gorontalo mengatakan, keikutsertaan Gorontalo Utara di berbagai ajang pameran nusantara, baik wisata dan kuliner serta ditetapkannya Festival Pulau Saronde dalam kalender pariwisata Gorontalo tahun 2016, sangat menguntungkan daerah ini.
Pemerintah daerah memiliki kesempatan yang besar untuk mempromosikan Pulau Saronde sebagai salah satu destinasi baru di Indonesia.
Bahkan kata Roni, ia sempat mempopulerkan Pulau Saronde di ajang Festival Kuliner Nusantara di Jakarta pada pekan lalu, dengan menggabungkan keindahan pulau ini dan kuliner Gorontalo Utara yang terkenal seperti, Cakalang Pilitode atau ikan cakalang asap yang dimasak dengan santan kental dan rempah-rempah kering.
Milu siram atau jagung rebus yang dimasak dengan kreasi kelapa parut ditambah ikan teri basah dan rempah-rempah basah seperti daun bawang, kemangi dan rempah pelengkap lainnya, serta daging ayam bakar iloni dan dabu-dabu atau sambal iris.
" Makan Cakalang Pilitode, milu siram, dabu-dabu iris, ayam bakar iloni, paling nikmat hanya di Pulau Saronde, tema itu kami angkat pada keikutsertaan Gorontalo Utara di ajang Festival Kuliner Nusantara tersebut," kata Roni.
Ia berharap, peningkatan promosi pariwisata dan infrastruktur pendukung yang akan meningkatkan pengembangan dan pengelolaan objek wisata andalan ini, akan menarik minat kunjungan yang tinggi ke Gorontalo Utara.
Diakuinya, pemerintah daerah sengaja menggandeng pihak swasta atau investor untuk mengembangkan Pulau Saronde, Mohinggito dan Bugisa agar pengelolaannya lebih terfokus dan lebih cepat.
Mengingat anggaran pemerintah daerah cukup terbatas, sehingga program investasi diharapkan akan lebih cepat mendorong kemajuan sektor pariwisata khususnya pengelolaan pulau-pulau cantik tersebut.
Target sebagai destinasi baru sudah terwujud, dibuktikan dengan terus naiknya tingkat kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Pulau Saronde.
Hal tersebut diakui Roni, sangat mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan program infrastruktur dari segi transportasi, jembatan, dermaga dan kegiatan konservasi yang diharapkan mencegah abrasi pantai di pulau-pulau cantik ini.
Pulau Saronde ada di utara Provinsi Gorontalo. Dari Bandara Djalaluddin, Isimu di Kabupaten Gorontalo, pengunjung bisa menggunakan transportasi darat menuju pelabuhan Kwandang di Kabupaten Gorontalo Utara dengan jarak tempuh sekitar 30 menit.
Menggunakan jasa perahu taksi Saronde, rata-rata bermesin katinting, pengunjung bisa menempuh perjalanan
sekitar 45 menit-1 jam menuju Pulau Saronde yang akan melewati Kecamatan Ponelo Kepulauan atau pulau terletak di depan Pelabuhan Kwandang berpenduduk empat ribu jiwa.
Hingga saat ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat mencatat kata Kepala Dinas Frits Ano, jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara terus meningkat. Bahkan sudah ada dua kapal pesiar luar negeri yang mengangkut 200 wisatawan mancanegara datang berlibur di pulau pasir putih ini.
Tahun 2016, tepat pada penyelenggaraan Festival Saronde, diperkirakan ada dua kapal pesiar luar negeri yang masing-masing mengangkut 200 wisatawan akan kembali singgah di Pulau Sumber.
Serta diperkirakan 20-30 kapal layar yang ikut pada kegiatan "rally yacht" akan singgah di pulau ini. (Antara/Susanti Sako)

Android Priv Gagal Lejitkan Penjualan BlackBerry

KOMPAS.com - Melalui Priv, BlackBerry menempuh langkah bersejarah dengan memakai sistem operasi Android di smartphone besutannya. Tapi bahkan itupun belum mampu menyelamatkan kinerja penjualan BlackBerry.

Dirangkum KompasTekno dari The New York Times, Senin (4/4/2016) laporan keuangan terkini dari BlackBerry untuk kuartal yang berakhir pada 29 Februari lalu menyebutkan bahwa perusahaan itu hanya berhasil menjual 600.000 unit ponsel.

Angka tersebut lebih rendah 100.000 unit dibandingkan kuartal sebelumnya. BlackBerry pun mencatat kerugian sebesar 238 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,1 triliun, dibandingkan dengan profit 28 juta dollar AS dalam kuartal yang sama tahun lalu. 

CEO BlackBerry John Chen mengakui penjualan BlackBerry Priv memang tidak sebagus yang diharapkan. 

Dia beralasan ini terjadi karena pasar smartphone high-end yang disasar oleh Priv memang sedang lesu. Masalah lainnya, pengiriman ke operator dan toko-toko ritel mengalami penundaan.

“Kelesuan pasar smartphone high-end menghalangi upaya kami, tapi masalah utama yang dihadapi dan harus diatasi adalah persoalan distribusi perangkat,” sebut Chen dalam conference call kepada analis.

Pasaran BlackBerry di segmen smartphone high-end telah tergerus dalam beberapa tahun terakhir karena gempuran smartphone dari platform saingan, seperti iPhone (iOS), dan Samsung Galaxy (Android).

Pangsa pasar global BlackBerry pun kini tercatat telah menyusut hingga tak sampai 1 persen. Apabila kinerja penjualan Priv tak kunjung membaik, maka ada kemungkinan smartphone tersebut merupakan model terakhir yang bakal dibuat oleh BlackBerry.

Chen dulu pernah menyebutkan bahwa pihaknya tak bakal melanjutkan bisnis smartphone -yang selama ini menjadi tulang punggung BlackBerry- apabila terbukti terus menimbulkan kerugian.

Namun, untuk sementara, Chen mengatakan masih percaya BlackBerry bisa terus membuat ponsel tanpa mengalami kehilangan uang dari produk tersebut.

“Saya masih yakin kami punya kesempatan. Saya harap saya tidak naif,” ujar Chen.


sumber